Pemaknaan Penggemar K-Pop di Indonesia terhadap Lirik Lagu K-Pop yang Patriarkis

  • Ahadi Pradana University of Indonesia
Keywords: Patriarchy, K-Pop, Song Lyric, Situated-Audiences

Abstract

Lirik-lirik lagu K-Pop merupakan salah satu medium untuk menyebarkan dan melanggengkan budaya patriarki. Studi-studi sebelumnya telah membahas mengenai patriarki dalam budaya musik populer seperti musik rock, rock and roll, pop, musik Indonesia, dan juga K-Pop. Penelitian ini melihat pada bagaimana penggemar lagu K-Pop di Indonesia memaknai lirik-lirik lagu K-Pop yang berisi nilai-nilai patriarki lewat terjemahan lirik lagu terkait. Berangkat dari konsep Stuart Hall (1991) mengenaisituated audiences, artikel ini berargumen bahwa penggemar K-Pop di Indonesia merupakan pembaca yang tersituasi secara hegemonic-dominant pada lirik lagu mengenai perempuan pasif, negotiated pada lirik lagu mengenai perempuan yang melakukan balas dendam pada pacarnyadan oppositional pada lirik lagu yang merendahkan perempuan secara vulgar, dan bergantung pada struktur makna individu. Temuan artikel ini adalah pembaca memaknai lirik lagu passive women secara hegemonic-dominant, lirik lagu distrust of women secara negotiational, dan lirik lagu derogatory naming and shaming of women dansexual objectification of women secara oppositional. Artikel ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan berfokus pada studi gender karena banyak terdapat pembahasan mengenai reproduksi budaya patriarki dalam industri musik. Peneliti berfokus pada penggemar musik K-Pop di Indonesia.

Published
2019-01-13
How to Cite
Pradana, A. (2019). Pemaknaan Penggemar K-Pop di Indonesia terhadap Lirik Lagu K-Pop yang Patriarkis. Jurnal Sosiologi Indonesia, 9(1), 141-167. Retrieved from http://jurnal.isi-sosiologi.org/index.php/JSI/article/view/10
Section
Articles