Bentuk Relasi Yappika-Actionaid dengan Komite Pemantau Legislatif serta Penganggaran dalam Implementasi Program Sekolah Aman

  • Khoirunnisa Khoirunnisa Libro.co
Keywords: dyad; interrelation organization relationship; non-government organisation; budgeting; sekolah aman

Abstract

Dalam dua dekade terakhir, studi tentang relasi organisasi non-pemerintah di Indonesia masih belum banyak dilakukan. Untuk alasan ini, studi ini akan mengidentifikasi lebih lanjut bentuk relasi Yappika-ActionAid dan Komite Pemantau Legislatif dengan melihat aspek pengelolaan sumberdaya keuangan dalam program Sekolah Aman. Relasi antar organisasi yang berkaitan dengan anggaran memiliki tantangan bagi masing-masing organisasi. Kerangka teori yang digunakan mengacu pada Hall (1991) yang menekankan faktor-faktor hubungan antar organisasi serta dimensi sifat hubungan, bentuk hubungan, dan kekuatan hubungan untuk mengkaji hubungan antar organisasi. Studi-studi sebelumnya membahas hubungan organisasi masyarakat sipil dan pemerintah dalam penyelenggaraan hak dasar bagi masyarakat dan penganggaran organisasi non-pemerintah yang berfokus pada strategi internal dan sumber daya organisasi. Penulis memiliki argumen bahwa jenis hubungan serta pengelolaan anggaran Yappika-ActionAid dengan Kopel didasari tindakan ekonomi dan dipengaruhi aspek-aspek yang dikemukakan oleh Hall. Artikel ini didasari oleh penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan dua informan dari Yappika-ActionAid dan dua informan dari Komite Pemantau Legislatif. 


In the last two decades, the study of relations between non-governmental organizations in Indonesia has not been widely implemented. For this reason, this study will further identify Yappika-ActionAid and Komite Pemantau Legislatif relation by looking at the aspect of financial resource management in the Sekolah Aman program. Matters relating to organizational budget management that is the basis of relationships in order to move the organization’s program. The theoretical framework used in this study refers to Hall (1991) who emphasized the factors of inter-organizational relations as well as dimensions of relationships’ characteristics, forms of relationships, and the strength of relationships to assess relations between organizations. Previous studies discussed the relationship between civil society organization and government organizations in organizing basic rights for the community while budgeting of non-governmental organizations focused on internal strategies and organizational resources. The author has the argument that types of relationships and budget management Yappika-ActionAid with Komite Pemantau Legislatif which is an economic action and aspects put forward by Hall. This article is written from the research using a qualitative approach with two informants from Yappika-ActionAid and two informants from the Legislative Monitoring Committee.

References

Angan Nanda, Ramadya. 2012. Keterlekatan Tindakan Ekonomi Pelaku Usaha Mikro Terhadap Rentenir. Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya. Malang.
Batley, R., & Rose, P. 2010. “Collaboration in delivering education: relations between governments and NGOs in South Asia.” Development in Practice 20:4-5.
Bryman, Alan. 2012. Social Research Methods. 4th ed. New York, USA: Oxford University Press.
Creswell, John. B. 2009. Research Design: Qualitative, Quatitative and Mix Methods Approaches. 3rd ed. University of Nebraska-Lincoln: Sage Publications.
Faulks, K. 2010. Sosiologi Politik: Pengantar Kritis. Bandung: Nusa Media
Granovetter, Mark. 2005. “The Impact of Social Structure on Economic Outcomes.” Journal of Economic Perspectives
Hadi, O. H. (2010). “Peran Masyarakat Sipil dalam Proses Demokratisasi.” Jurnal Makara, Sosial Humaniora 14
Hall, Richard H. 1991. Organizations: Structures, Processes, and Outcomes. Prentice Hall.
Januarti, N. E. 2013. “Integrasi Organisasi Masyarakat Sipil di Lingkungan Sekolah.” Socia Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial 10
Administrator Kopel Online 2017. “Kemendagri: Jumlah Ormas di Indonesia Ada 344.039.” diakses 20 Maret 2018 (http://setkab.go.id/kemendagri-jumlah-ormas-di-indonesia-ada-344-039/)
Administrator Kopel Online 2017. “Kopel dan Yappika-ActionAid-ActionAid Gelar Aksi Nyata Penyelesaian Sekolah Rusak di Bogor.” Diakses 4 Januari 2018 (https://kopel-online.or.id/kopel-Yappika-ActionAid-actionaid-gelar-aksi-nyata-penyelesaian-sekolah-rusak-di-bogor.kopel)
Administrator Kopel Online 2017. “Kopel Ikut Soroti Pendanaan Infrastruktur Pendidikan.” Diakses 4 Januari 2018 (https://kopel-online.or.id/kopel-ikut-soroti-pendanaan-infrastruktur-pendidikan.kopel)
Administrator Kopel Online 2017. “Kopel Latih Guru Dan Wali Murid Kawal Anggaran Pendidikan.” Kopel-online. Diakses 4 Januari 2018, dari (https://kopel-online.or.id/kopel-latih-guru-dan-wali-murid-kawal-anggaran-pendidikan.kopel)
Lawang, R. M. 2004. Kapital Sosial dalam Perspektif Sosiologi. Depok: FISIP UI PRESS.
Lubis, S. 2007. “Partisipasi Masyarakat dalam Kebijakan Publik.” Demokrasi 6(1)
Lepori, B., Usher, J., & Montauti, M. 2013. “Budgetary allocation and organizational characteristics of higher education institutions: A review of existing studies and a framework for future research.” Springer 65 DOI:10.1007/s 10734-012-9581-9
Meyer, T. 2002. Demokrasi: Sebuah Pengantar untuk Penerapan. Jakarta: Friederich-Ebert-Stifftung.
Munene, J. W. 2017. “An analysis of capacities of civil society organizations (CSOs) involved in promotion of community participation in governance in Kenya.” Journal of Public Affairs.
Nivada, A. 2013. CSO DAN NGO? Diakses 4 Januari 2018 (http://www.jsithopi.org/2013/12/cso-dan-ngo/)
Nufaisa, Halida 2015. Hubungan Antar Organisasi serta Dinamika Lingkungan Organisasi dalam Implementasi Extractive Industry Trransparency Initiative (EITI) di Indonesia dengan Soft System Methodology. Depok: Program Sarjana Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Perdana, Aditya. 2015. “The Politics of Civil Society Organizations (CSOs) Post-Reformation 1998.” Masyarakat: Jurnal Sosiologi 20(1):23-42.
Administrator Kopel-Online 2017. “Peserta Guru dan Komite Antusias Ikut Training Anggaran Kopel.” Diakses 4 Januari 2018 dari (https://kopel-online.or.id/peserta-guru-dan-komite-antusias-ikut-training-anggaran-kopel.kopel)
Rifai, M. 2011. Sosiologi Pendidikan: Struktur & Interaksi Sosial di dalam Institusi Pendidikan. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA.
Sholeh, M. 2005. Politik Pendidikan: Membangun Sumberdaya Bangsa dengan Peningkatan Kualitas Pendidikan. Jakarta: Grafindo
Swedberg, Richard and Granovetter. 1992. Thesociology of Economic Life. Westview Pess, Inc
Suryadi, B. 2007. Sosiologi Politik: Sejarah, Definisi, dan Perkembangan Konsep. Jogjakarta: IRCiSoD.
Setiyono, B., & McLeod, R. H. 2010. “Civil society organisations’ contribution to the anti-corruption movement in Indonesia.” Bulletin of Indonesian Economic Studies 46(3) DOI:10.1080/00074918.2010.522504
Shume, M. 2015. Role of budget in foreign charities/NGOs in Ethiopia. Master’s thesis. Addis Ababa University.
World Bank. 2002. “Operations Evaluation Department. Lessons and Practices No. 18.” Non-Governmental Organizations and Civil Society Engagement in World Bank Supported Projects: Lessons from OED Evaluations.
Published
2019-09-26
How to Cite
Khoirunnisa, K. (2019). Bentuk Relasi Yappika-Actionaid dengan Komite Pemantau Legislatif serta Penganggaran dalam Implementasi Program Sekolah Aman. Jurnal Sosiologi Indonesia, 9(2), 223-243. Retrieved from http://jurnal.isi-sosiologi.org/index.php/JSI/article/view/11
Section
Articles