Penyebaran Paham Radikal dan Pencegahannya pada Anak Sekolah Menengah Atas di Wilayah Jabodetabek

  • Ndaru Haryo Kesowo Universitas Indonesia
Keywords: socialization; radicalism; high school student; BNPT

Abstract

Kasus terorisme yang terjadi di Indonesia lekat kaitannya dengan kelompok-kelompok radikalisme agama. Kini kelompok tersebut berusaha menyebarkan paham-paham radikalisme kepada kalangan anak sekolah agar dapat bergabung dengan aktifitas kelompok mereka. Penyebaran paham radikalisme tersebut dilakukan melalui keluarga, institusi pendidikan, dan media sosial. Penelitian-penelitian terdahulu menyatakan bahwa terdapat pendekatan keras dan pendekatan lunak dalam mencegah masuknya paham radikalisme sehingga posisi penelitian ini bertujuan untuk mendalami pendekatan lunak tersebut menggunakan konsep sosialisasi oleh Mead serta Elkin dan Handel. Peneliti berusaha untuk mengetahui bagaimana sosialisasi penyebaran paham radikalisme dan pencegahannya pada anak Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis pada BNPT, guru SMA, dan murid-murid SMA di Jakarta. Jenis penelitian ini adalah studi kasus pada sosialisasi yang dilakukan oleh BNPT dan guru SMA kepada murid-murid SMA. Berdasarkan pada hasil temuan lapangan terhadap 6 orang siswa SMA, 2 guru SMA, dan 2 pejabat BNPT, penelitian ini menghasilkan argumen bahwa penyebaran paham radikalisme pada anak SMA dilakukan melalui jaringan alumni rohis dan media sosial. Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa kontra radikalisme yang dilakukan secara inisiatif oleh masyarakat lebih efektif daripada BNPT.

Terrorism cases in Indonesia closely related to religious radicalism groups. Nowadays, they try to spread their ideology to school students so they can join with those group’s activities. Radicalism ideologies spreads through family, education institution, and social media. This article tried to explain the spread and prevetion of radicalism to high school kids and also its agents using Mead, Elkin, and Handel’s socialization concept. This article is written based on a qualitative research and constructivist paradigm to BNPT, high school teachers, and high school student in Jakarta. The research using a case study of the BNPT’s and high school teacher’s preventive socialization to high schoolers. Based on field findings, this article argues that radicalism ideologies spreads through Rohis’s alumni network and social media. Also, this article found that people’s initiative counter radicalism is more effective than BNPT’s because BNPT face an inter-institutional obstacles while people’s initiative can move faster and socially close to the student.

References

Aljunied, Syed Mohammed Ad’ha. 2011. Countering Terrorism in Maritime Southeast Asia: Soft and Hard Approaches. SAGE.
Amalia, Aina. 2016. “Internalisasi Pendidikan Multikultural dalam Keluarga Radikal di Surabaya Jawa Timur.” Diakses pada 12 Maret 2018. (http://digilib.uinsby.ac.id/7404/)
Farikhatin, Anis 2013. “Membangun Keberagamaan Inklusif-Dialogis di SMA PIRI I Yogyakarta.” Maarif 8(1):109-131.
BNPT. 2014. “Blueprint Pencegahan Terorisme. Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.”
BNPT. 2017. “Radikalisme Sudah Masuk Sekolah Peran Ibu Harus Ditingkatkan.” Diakses pada 12 Maret 2018. (https://www.bnpt.go.id/radikalisme-sudah-masuk-sekolah-peran-ibu-harus-ditingkatkan.html).
BNPT. 2017. “BNPT Video Festival Pencegahan Terorisme Berbasis Kreatifitas.” Diakses pada 12 Maret 2018. (https://www.bnpt.go.id/bnpt-video-festival-pencegahan-terorisme-berbasis-kreatifitas.html)
Broom, Leonard. dan Selznick, Philip. 1975. Sociology: A Text with Adapted Readings. 5th ed. New York. Harper dan Row.
Close, Joshua. 2014. “Terror: Social Media and Extremism.” Diakses pada 12 Maret 2018. (http://www.dtic.mil/docs/citations/AD1023582).
Darraz, Muhd. Abdullah. 2013. “Radikalisme dan Lemahnya Peran Pendidikan Kewargaan.” Maarif 8(1):154-173.
Elkin, F. dan Handel, Gerald. 1984. The Child and Society: The Process of Socialization. Random House Inc. New York.
Fataliyeva, Ms Sevinj. “Preventing Radicalisation of Children by Fighting the Root Causes.” Report Commite on Social Affairs, Health and Sustainable Development.
Fitriani, Laily. 2015. “Pendidikan Peace Building di Pesantren: Sebuah Upaya Mencegah Radikalisasi.” Ulul Albab 16(1):117-130.
Gaus. Ahmad AF. 2013. “Pemetaan Problem Radikalisme di SMU Negeri di 4 Daerah.” Maarif 8(1):174-191.
Giddens, Anthony. 2013. Sociology. 7th ed. UK. Polity Press
Gray, David H. dan Matchin III, Tom Owen. 2008. “Children: The New Face of Terrorism.” International NGO Journal 3(6):108-114.
Kompas. 2016. “Pelaku Teror di Gereja Medan Belajar Rakit Bom dari Internet.” Diakses pada 12 Maret 2018. (https://nasional.kompas.com/read/2016/08/29/11303031/pelaku.teror.di.gereja. medan.belajar.rakit.bom.dari.internet.)
Kresna, Mawa. 2018. “Bom di Gereja Surabaya: ‘Hati Ibu Mana yang Tega Bunuh Anaknya?” Diakses pada 18 Mei 2018. (https://tirto.id/bom-di-gereja-surabaya-039hati-ibu-mana-yang-tega-bunuh-anaknya039-cKq5).
Kurniawan, Kevin Nobel. 2018. “Tolerance Education in the Hidden Curriculum:A Case Study on Indonesian Public School.” Masyarakat: Jurnal Sosiologi 23(1):1-30.
Larasati, 2014. “Model pencegahan terorisme di Indonesia oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).” Disertasi. Universitas Indonesia.
Mastur. 2008. “Pesantren dan Kematangan Jiwa Keagamaan (Analisis Peran Pesantren dalam Menangkal Radikalisasi Agama).” Fikroh 6(1):65-82.
McGee, Reece. 1980. Sociology: An Introduction. New York. Holt, Rinehart, dan Winston.
Muarif, Muhammad Syamsul. 2018. “Peran Anak Dalam Terorisme.” Skripsi. Universitas Indonesia.
Mubarak, M Zaki. 2013. “Dari Semangat Radikal Menuju Sikap Radikal: Pemikiran dan Perikalu Keberagaman Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.” Maarif 8(1):192-217.
Mudhoffir, Abdil Mughis. 2015. “Political Islam and Religious Violence in Post-New Order Indonesia.” Masyarakat: Jurnal Sosiologi 20(1):1-22.
Muqoyyidin, Andik Wahyun. 2013. “Membangun Kesadaran Inklusif-Multikultural Untuk Deradikalisasi Pendidikan Islam.” Jurnal Pendidikan Islam (2):135-136.
Qodir, Zuly. 2013. “Deradikalisasi Islam dalam Perspektif Pendidikan Agama.” Jurnal Pendidikan Islam 2(1):85-107.
Raharjo, Edzan. 2018. “Menkominfo Ungkap Konten Radikal Marak di Facebook & Instagram.” Diakses pada 21 Mei 2018. (https://inet.detik.com/law-and-policy/d-4030693/menkominfo-ungkap-konten-radikal-marak-di-facebook--instagram).
Stoddart, Michelle. 2018. “Facebook, YouTube release data on extremist content removal.” Diakses pada 21 Mei 2018. (https://www.politico.eu/article/facebook-youtube-terrorism-isis-release-data-on-extremist-content-removal/).
Thompson, Robin L. 2011. “Radicalization and The Use of Social Media.” Journal of Strategic Security 4(4):167-190.
Tirto. 2017. “Facebook Masih Jadi Lahan Penyebar Paham Radikalisme di Indonesia.” Diakses pada 12 Maret 2018. (https://tirto.id/facebook-masih-jadi-lahan-penyebar-paham-radikalisme-di-indonesia-cA9w)
Tribunnews. 2015. “Sosialisai Pencegahan Terorisme di 180 Sekolah, BNPT Raih Penghargaan dari MURI. Diakses pada 12 Maret 2018.” (http://www.tribunnews.com/nasional/2015/10/01/sosialisasi-pencegahan-terorisme-di-180-sekolah-bnpt-raih-penghargaan-dari-muri)
Usmita, Fakhri. 2012. “Disengagement: Strategi Penanggulangan Terorisme di Indonesia.” Skripsi. Universitas Indonesia.
Winarni, Leni. 2014. “Media Massa dan Isu Radikalisme Islam.” Jurnal Komunikasi Massa 7(2):159-166.
Yudha, Sakti Wira. 2012. “Radikalisme Kelompok Islam: Analisis Struktur-Agen Terhadap Wacana Radikalisme Kelompok Islam Pasca-Orde Baru.” Tesis. Universitas Indonesia.
Published
2019-09-26
How to Cite
Kesowo, N. (2019). Penyebaran Paham Radikal dan Pencegahannya pada Anak Sekolah Menengah Atas di Wilayah Jabodetabek. Jurnal Sosiologi Indonesia, 9(2), 323-351. Retrieved from http://jurnal.isi-sosiologi.org/index.php/JSI/article/view/12
Section
Articles