Peningkatan Pemahaman Mahasiswa tentang Kewirausahaan Sosial melalui Video Business Model Canvas

  • Nabilla Khansa Naura Universitas Jenderal Soedirman
Keywords: social entrepreneurship; student; video; Business Model Canvas

Abstract

Jumlah sarjana yang terus meningkat dengan angka pengangguran yang tinggi turut menjadi tantangan tersendiri dalam membangun suatu negara. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pengetahuan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) berupa Business Model Canvas hadir sebagai solusi yang dituangkan dalam bentuk video supaya mudah memahami dengan baik dalam membangun suatu wirausaha sosial, serta memiliki kompetensi dasar yang baik selaku wira usahawan. Artikel ditulis berdasarkan penelitian yang menggunakan metode eksperimen dengan uji signifikansi Wilcoxon Matched Pairs Test untuk menguji efektivitas video dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa. Artikel ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai perbedaan hasil pre-test dan post test dengan nilai signifikansi 0,00. Video BMC dinyatakan efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa.

The number of unemployed bachelors continue to increase and has become a challenge in the state economic development. To solve this problem, knowledge on social entrepreneurship in the form of Business Model Canvas has become a proposed solution, providing a video information to disseminate ideas and basic competence for social entrepreneurship. This article is based on a research which applies Wilcoxon Matched Pairs to test the significance of the influence of videos towards students’ understanding on social entrepreneurship. This article shows that there is a statistical significance on the use of video and students’ understanding on social entrepreneurship, having a value of sig 0.00, on the pre-test and post-test. The BMC video is effective in increasing the students’ understanding.

References

Clayton, Naomi, and Maire Williams. 2014. “Delivering Change: Cities and the Youth Unemployment Challenge. Agustus.” Diakses 26 Februari 2019. (https://www.centreforcities.org/reader/delivering-change-cities-youth-unemployment-challenge/introduction/1-barriers-youth-employment/).
Martono, Nanang. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif: Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Depok: Raja Grafindo Persada.
Neuman, W. Lawrence. 2014. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Essex: Pearson.
Nicholls, Alex. 2006. “Playing the Field: A New Approach to the Meaning of Social Entrepreneurship.” Social Entreprise Journal.
Osterwalder, Alexander, and Yves Pigneur. 2010. Business Model Generation: A Handbook for Visionaries, Game Changers, and Challengers. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
Programme, United Nations Development. 2018. “Goal 8: Decent Work and Economic Growth.” Diakes pada 19 Februari 2017. (https://www.undp.org/content/undp/en/home/sustainable-development-goals/goal-8-decent-work-and-economic-growth.html.)
Programme, United Nations Development. 2016. Social Finance and Social Entreprises: A New Frontier for Development in Indonesia. Jakarta: Angel Investment Network Indonesia.
Rostiani, Rokhima. 2014. “Understanding Social Enterprises in Indonesia: Drivers and Challenges.” Journal of Indonesian Economy and Business.
Seftiawan, Dhita. 2018. “630.000 Orang Sarjana Masih Menganggur. “ Diakes pada 19 Februari 2019. (https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2018/03/26/630000-orang-sarjana-masih-menganggur-421873.)
Suryana, Yuyus, and Kartib Bayu. 2012. Kewirausahaan: Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses. Ed. 2. Jakarta: Kencana.
Tjahjono, Budi. 2006. The Challenge of Youth Employment: A Youth Perspective. Jenewa: Youth Consultative Group.
Wibowo, Hery, and Soni A. Nulhaqim. 2015. Kewirausahaan Sosial: Merevolusi Pola Pikir Menginisiasi Mitra Pembangunan. Bandung: UNPAD Press.
World Bank. 2012. World Development Report 2013. Washington DC: World Bank.
Published
2019-09-26
How to Cite
Naura, N. (2019). Peningkatan Pemahaman Mahasiswa tentang Kewirausahaan Sosial melalui Video Business Model Canvas. Jurnal Sosiologi Indonesia, 9(2), 307-322. Retrieved from http://jurnal.isi-sosiologi.org/index.php/JSI/article/view/22
Section
Articles